Buku ini berisi hasil pupuan di lapangan yang nilainya kurang lebih sama dengan ukuran penginventarisasian sastra daerah. Isinya umumunya mengandung nasihat dan tuntunan hidup.
Buku ini berisi kumpulan sastra bugis yang terdiri dari: 1. Inilah Sejarah Tanah Bone Beserta Raja-Raja di Bone Menurut Ceritera orang Tua-Tua. 2. Inilah Naskah Tentang Sejarah Wajo. 3. Inilah Naskah Perihal Mula Berdirinya Pammana serta Perjanjian Datu Pammana dengan Orang Pammana. dll.
Naskah terjemahan ini merupakan salah satu versi dari cerita Lapadoma yang ditulis dalam bentuk prosa lirik. Mengisahkan kasih tak sampai percintaan Lapadoma dengan Sangia, karena Lapadoma dibunuh oleh kakak Sangia
Nenek Allomo menurut pendapat orang tua dahulu merupakan sosok seorang wanita yang mula-mula menciptakan kebaikan (kemakmuran) dan menegakkan terus menerus kemuliaan Baginda Addaowang (gelar raja Sidenreng)dan tanah (Kerajaan) Sidenreng.
Kisah ini menceritakan tentang Kerajaan Gowa yang pernah berkuasa dan mengalami kejayaan di Sulawesi Selatan. Rajanya bernama Karaeng Tunisombaya yang berambisi untuk tetap berkuasa. Menurut ramalan, kelak Kerajaan Gowa akan dapat dihancurkan oleh seorang pemuda (saat ini masih dalam kandungan), Raja menjadi murka dan memerintahkan untuk membunuh semua perempuan yang sedang mengandung. Namun…
Bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sastra lisan Bugis, khususnya yang berbentuk prosa (cerita), sehingga unsur-unsurnya mudah dipahami dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengapresiasi sastra yang dibacanya.