Mini dan Dana ikut memanen padi di sawah. Mini membarter pecel dan bakmi. Dana membeli dawet satu mangkok. Pedagang dawet tidak mau menerima uang, hanya minta barter. Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah Dana jadi membeli dawet?
Cerita ini diambil dari berita yang tersebar tentang misteri pelus penunggu. Siapa pun yang berani menangkap dan makan peluspenunggu akan mendapat celaka. Pada suatu hari, Jalu dan Bagasmemancing di sendang. Tiba-tiba ada ikan besar mirip belut. Keadaanitu menyebabkan Jalu takut. Selanjutnya, kejadian apa yang dialamiJalu? Siapa yang ingin tahu cerita ini? Bacalah buku ini!
Anung terbiasa membawa wadah untuk tempat jajanan. Ketika sedang jajan di warung Bude Mar, dia bertemu Danaka. Teman sekolahnya itu menertawakan dan mengolok-olok. Kata Danaka, membawa wadah itu sudah kuno. Anung malu, lalu berkata pada ibunya jika lain kali tidak mau membawa wadah. Apakah Anung sungguh tidak mau membawa wadah lagi?
Setiap selapan sekali pada Sabtu Legi, Mbah Putri membuat bancakan. Bancaan dibuat untuk memperingati weton Adi dan Santi. Adi dan Santi selalu membagikan bancakan kepada teman-temannya. Saat teman-teman berjalan pulang, tidak sengaja sepeda Yudi menyerempet Wulan. Bancakan Wulan tumpah. Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ratih, Pak Parto, dan Bu Sayem tinggal di rumah sederhana. Ratih mempunyai ide untuk memanfaatkan kebun belakang rumah sebagai tempat menanam pohon pepaya. Bapaknya pun setuju. Dengan penuh rasa kasih sayang, keluarga Pak Parto merawat pohon pepaya. Empat pohon pepaya di kebun belakang berbunga. Puji syukur kepada Tuhan, bunga pepaya sudah menjadi buah pepaya. Ratih menghitung pepaya yang bisa …
Eceng Gondok bosan hidup di sungai. Dia ingin melihat dunia yang luas. Eceng Gondok mencoba bertanya kepada Tawes. Siapa tahu Tawes bisa membantu. Dia mencari manusia yang katanya mengumpulkan tanaman eceng gondok seperti dirinya. Apakah usaha Eceng Gondok berhasil? Mengikuti aliran air sungai, perjalanan Eceng Gondok dimulai.
Semua mahluk hidup yang diciptakan di dunia ini pastilah memilikikelebihan masing-masing. Namun terkadang ada pula yang merendahkan dan meremkan kehdiran orang lain. Seperti lalat yang dibenci oleh Pak Leman, Lebah, dan Kupu-kupu. Tidak disangka lalatlah yang berjasa bagi mereka semua.
Buku ini menceritakan masa panen sebentar lagi akan tiba. Hal ini sebagai pertanda akan dlaksanakan wiwitan. Sawah Mbah Mangku menjadi tempat yang disukai anak-anak dusun Sendangsari ketika wiwitan tiba. Tidak terasa tiba waktunya wiwitan dilaksanakan. Sepulang sekolah, anak-anak Dusun Sendangsari bergegas menuju sawah. Mereka menunggu wiwitan di sawah Mbah Mangku..
Buku ini menceritakan bagaimana cara berburu belalang. Biasanya di Wonosari, Gunung Kidul belalang dikonsumsi untuk lauk makan dengan cara digoreng terlebih dahulu.