Buku ini diambil dari Pakem Padhalangan, induk cerita-cerita wayang purwa. Keseluruhan cerita dibagi kedalam 12 adegan, dimana adegan pertama dimulai dengan jejer di Negara Wiratha, dan diakhiri dengan matinya Raden Antareja pada adegan 12. Penyajian cerita dalam bentuk tembang Macapat.
Buku ini berisi cerita/dongeng yang penuh khayalan dan makhluk-makhluk halus dengan segala mukjijat dan kelebihannya dari pada manusiabiasa , berbentuk tembang, berasal dari Cirebon. Buku ini merupakan hasil terjemahan dan transliterasi.
Buku itu menceritakan Haji Pinang, penghulu Batang, Pekalongan, berdebat tentang agama dengan Haji Ripangi (Rifa`i) dari desa Kalisalak, Batang, Pekalongan.
Berisi sejarah leluhur yang menurunkan silsilah kerajaan Mangkunegaran, dimulaib dari keturunan Sri Baginda Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana I, yang bertahta di negeri Kartasura.
Merupakan kumpulan cerita lama yang menggambarkan betapa besar peranan wanita sejak dahulu kala, baik itu dari keturunan bangsawan maupun rakyat biasa di dalam mendampingi suami.
Cerita diawali dengan Sang Amir mengirimkan surat tantangan kepada Prabu Jobin dan Prabu Nusyirwan dan diakhiri cerita Sang Amir mempunyai putra bernama Dewi Kuraisin.