Tulisan itu membahas perbandingan teknik penokohan antara prosa Jawa dan prosa Indonesia sebelum perang dengan tujuan untuk mengetahui secara jelas dan terperinci serta seluk-beluk mengenai perbedaan dan persamaan teknik penokohannya.
Penelitian ini bertujuan menggali jenis-jenis cerita rakyat Jawa yang muncul dalam bentuk tertulis dalam majalah berbahasa Jawa (Panyebar Semangat, Jaya Baya, Mekar Sari, dan Djaka Lodang).
Penelitian bertujuan mendapat informasi yang obyektif dan terperinci yentang karya-karya pengarang wanita dalam sastra Jawa modern, yaitu dengan meneliti unsur-unsur intrinsik, seperti tema dan masalah, tokoh dan penokohan, latar, dan gaya penulisan karya - karya mereka.
Kisah perjalanan dalam sastra Jawa memiliki persamaan bentuk dengan sejumlah karya sastra Indonesia. Beberapa buku tentang kisah perjalanan yang dijadikan data penelitian ini adalah: (1) Purwa Carita Bali (1875), (2) Cariyos ing Negari Padang (1876), (3) Kekesahan saking Tanah Jawi dhateng Negari Welandi (1916), (4) Kesah Lelayaran dhateng Poelo Papuwah (1919), (5) Kekesahan dhateng Riyo (192…
Dibahas masalah humor sebagai tanda (sign) dalam komunikasi sastra, kode-kode tanda bermakna dalam sistem komunikasi. Di samping itu, akan dibahas pula masalah fungsi humor teks sastra dan masalah penjenisan humor.
Membahas struktur cerita rekaan Jawa modern yang di dalamnya mencakup tema, alur, dan penokohan.
Judul asli buku ini adalah Feminist Literacy Studies karya K.K Ruthven diterbitkan oleh Cambridge University Press, New York 1985