Isi Babad itu antara lain menceritakan tentang penobatan Pangeran Mangkubumi menjadi sultan di Yogyakarta dengan gelar Kangjeng Sultan Hamengkubuwana (1), pembagian wilayah Surakarta dengan Yogyakarta, penumpasan pemberintakan Pangeran Mangkunegara dengan isterinya, dan nertahtanya Sultan Hamengkubuwana II di Yogyakarta.
Buku ini ditulis dalam bahasa Sasak yang menuturkan kisah asmara Raden Repatmaja dengan Dewi Rengganis. Kisah asmara tersebut dipadu dengan kisah peperangan antara prabu Nursiwan yang dibantu Raja Mukadam dan Batara Makjusi melawan pasukan Mekah yang didukung negara-negara taklukannya.
Menceritakan mengenai pemberontakan rakyat Sakra kepada penguasa Bali di Lombok dan peperangan di kalangan raja-raja Bali di Lombok, yaitu antara Mataram dan Cakra.
Carita Ginuritaken ini merupakan alih aksara dan alih bahasa dari teks yang sama judulnya. Teks itu digubah dalam bentuk syair berbahasa Jawa. Syair tersebut terdiri atas 334 bait yang terbagi menjadi enam episode.
Dengan menerima pendekatan yang komunikatif, pengajaran bahasa hendaknya mengolah atau memanfaatkan kompopnen komunikasi.