Buku Serat Ijmaking Jamal (dan Swaraning Asonyo) ini berisi translitersi Serat Ijmaking Jamal dan transliterasi naskah Swaraning Asonyo itu terdiri dari 60 pupuh, tetapi dalam buku tahap pertama ini baru berisi 17 pupuh ditambah dengan alih aksara dari naskah Swaraning Asonya. Pada bagian pertama dimulai dengan Dhandhanggula pada halaman 1, kemudian pada gatra pertama [K.2] Kang murahing dunya …
Transliterasi Serat Dewa Ruci ini berisi hasil transliterasi dari manuskrip 'Serat Dewa Ruci' yang ditulis oleh keluarga keraton Yogyakarta yang berisi keteladanan tentang kesetiaan seorang murid kepada gurunya. Di samping itu terdapat pula ajaran filosofis manunggaling kawula Gusti lewat pertemuan Bima dengan Dewa Ruci. Semangat dan kemauan keras Bima menggapai apa yang diperintahkan gurunya m…
Serat Nitik ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Agung ing Mataram ini, awal teksnya: Pupuh ke-1 Dhandhanggula, (hlm.1) //Rarasing reh mamayu mamanis/denirarsa mengeti carita/mashur ngemba sarjaane/...dan seterusnya.
Babad Majapahitglobalnya berisi cerita yang berawal dari putra Raja Majapahit Prabu Brawijaya yang bernama Kencanawungu dilamar beberapa pria namun belum ada yang diterima. Sepeninggal ayahandanya, Kencanawungu diangkat menjadi raja wanita di Majalengka dengan gelar Ratu Mas Dyah Kencanawungu. Cerita berakhir dengan kemakmuran, keamanan dan tentramnya negara Majapahit.
Babad Majapahit globalnya berisi cerita yang berawal dari putra Raja Majapahit Prabu Brawijaya yang bernama Kencanawungu dilamar beberapa pria namun belum ada yang diterima. Sepeninggal ayahandanya, Kencanawungu diangkat menjadi raja wanita di Majalengka dengan gelar Ratu Mas Dyah Kencanawungu. Cerita berakhir dengan kemakmuran, keamanan dan tentramnya negara Majapahit.
Babad Majapahit globalnya berisi cerita yang berawal dari putra Raja Majapahit Prabu Brawijaya yang bernama Kencanawungu dilamar beberapa pria namun belum ada yang diterima. Sepeninggal ayahandanya, Kencanawungu diangkat menjadi raja wanita di Majalengka dengan gelar Ratu Mas Dyah Kencanawungu. Cerita berakhir dengan kemakmuran, keamanan dan tentramnya negara Majapahit.
Berisi peranan-peranan wanita dalam berbagai bidang kemasyarakatan.