Serat Raja Putra ini menceritakan Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan yang naik tahta yang pertama di nagari Yogyakarta Hadiningrat sampai dengan naiknya tahta Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Ke-7 tetapi belum diizinkan.
Serat Purwakandha 1 merupakan petikan dari naskah Serat Purwakandha. Awal teks: Pupuh ke-1 Asmaradana halaman 1 //Tatkala wiwit tinulis/siyang wanci pukul tiga/ing dinten Jumungah Kliwon/tanggalira ping sangalas/...dan seterusnya.
Serat Purwakandha 2 merupakan lanjutan Serat Purwakandha 1, petikan dari naskah Serat Purwakandha. Awal teks: Pupuh ke LXIII Wirangrong //Rahwana tumurun aris/anjujug dhateng kedhaton/panggih lan sang nata saya lungguh/...dan seterusnya.
Serat Adidarmasastra itu berisi renungan tentng kehidupan manusia yang disimbolkan dalam cerita binatang seperti cerita kancil, burung, dan lain sebagainya. Bahkan didalam karya ini tertuang pelajaran mengenai seni perang, tata negara, dal banyak hal lain yang menarik.
Babad Krajan itu berisi alih aksara dari huruf Jawa ke huruf latin manuskrip Babad Krajan. Isinya menceritakan keadaan kehidupan Kraton Yogyakarta pada jaman Sri Sultan Hamengku Buwana III.
Merupakan terjemahan dari Serat Panji dan terbagi menjadi dua jilid.
Merupakan buku yang memuat hasil suntingan dan alih aksara terhadap Babad Gianti.