Buku ini berisi kumpulan geguritan, cerita cekak (cerpen), macapat, dan siteran karya para pengarang di Yogyakarta.
Berisi kumpulan esai bahasa, sastra, dan budaya, hasil karya peserta lomba penulisan esai yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Yogyakarta. Lomba penulisan itu telah terpilih 10 buah naskah sebagai pemenang dari 90 buah naskah yang masuk. Dari sepuluh naskah yang terpilih sebagai pemenang, sebagian besar esai tersebut mengankat masalah kebahasaan.
Pasar Kantil berada di Kelurahan Kalisari di dekat bambu larangan. Kondisi pasar yang penuh sampah membuat Pak Tukija (Pak Lurah) menginginkan pasar ini dipindah. Rencana pemindahan pasar ini ditolak oleh para pedagang. Mereka sudah merasa senang dan puas berjualan di pasar Kantil. Akhirnya, pasar Kantil tidak dipindah, hanya diperluas. Proyek perluasan pasar Kanthil merusak bambu larangan. Ban…
Rata-rata cerpen yang ditulis jayadi Kastro Kastari memang memiliki karakter kesederhanaan bertutur dengan teknik sangat realis. Tema yang diangkat dalam cerpen Jayadi hampir seluruhnya berisi hal-hal remeh, kecil, yang biasanya terlewatkan oleh penulis kekinian--para penulis yang lebih suka mengangkat ide-ide besar dalam karyanya.
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.
Buku ini menceritakan di Desa Segarayasa, desa yang mendukung membuat lautan yang dibangun oleh Sultan Agung, dan suatu hari ada pertunjukan wayang, waktu dhalang waktu itu mengupamakan keadaan keraton yang bau wangi, dan seketika ada bau wangi dan semua penonton pada heran
Buku ini menceritakan hibungan baik kedua keluarga Bapak Suroso dan Bapak Sutono, keluarga ini sama-sama mempunyai dua anak laki-laki dan perempuan. Anak Pak Suroso namanya Narto dan Titi sedangkan anak Pak Sutono namanya Budi dan Narti.. Kebetulan Budi dan Nrto satru sekolahan, Narto adik kelas Budi, untuk itu Narto selalu meminjam buku-buku pelajaran kepada Budi sampai lulus kelas enam., tapi…
Dalam novel ini, penulis banyak bicra soal kultur Jawa lewat tokoh Iyem. Kadangkala, bahkan kenabian Iyem dalam mengungkapkan pola kultur yang satu ini begitu meledak-ledak. Sampai-sampai dia menyinggung soal konsep agama dan konsep sosial. Kenabian itu muncul di dalam pola kultur kepercayaan Jawa yang menyatu itu. Konsep sosial justru lebih ditonjolkan.""
Novel itu menceritakan seorang pria yang jatuh cinta dengan wanita. Wanita tersebut deberi cincin bermata berlian oleh pria sebagai tanda setya dan dipesan agar cincin tersebut jangan sampai lepas dari jarinya, apalagi sampai jatuh ke orang lain.