Makalah ini membahas permasalahan mengenai: 1) hubungan pendidikan dwibahasa dengan pemerolehan bahasa kedua, 2) konteks sosial dan budaya pendidikan dwibahasa, dan 3) sensitivitas terhadap konteks sosial dan budaya dalam pengajaran bahasa Indonesia.
Diidentifikasikan kesalahan-kesalahan membaca nyaring yang berupa keragu-raguan, penggantian kata, penggantian bukan kata, penambahan kata, dan menghilangkan kata yang dilakukan oleh siswa SD kelas II dan III dalam membaca nyaring.
Penelitian ini mengkaji kemapuan bahasa Indonesia siswa SD kelas VI di daerah Kodya Yogyakarta. Kemampuan berbahasa yang diteliti meliputi kemampuan menulis, menyimak, membaca, dan berbicara.