Dalam buku ini diuraikan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kosakata dan kata istilah bahasa Indonesia.
Buku ini berisi himpunan peristilahan Indonesia dari berbagai cabang ilmu di bidang antropologi, yang meliputi budaya, kesehatan, arkeologi, teknologi, sumber daya manusia, agama, kesenian, kependudukan,teknik, politik perkotaan dan pedesaan.
Perlu dilakukan pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia pada anak sebagai generasi bangsa sejak dini. Mengingat kontribusi bacaan anak dalam memberi perhatian akan kebutuhan anak, maka sangat relevan dilakukan pendayagunaan bacaan anak sebagai salah satu media pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra Indonesia.
Berisi keputusan hasil kongres pewayangan 2005, yaitu:nI. PengantarnII. Rumusan Keputusan Hasil KongresnIII. RekomendasinIV. Rencana Program Pasca KongresnV. Tim PenyusunnVI. Daftar judul makalh dan penulisnya
Lintas budaya mengakibatkan konsekuensi linguistik bagi Indonesia sendiri terjadi konsekuensi bagi bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa Indonesia (daerah); dan resiko bagi keperluan baru terutama dar bahasa asing dalam menyerap IPTEK.
Diuraikan masalah penelitian dan penelitian kualitatif bahasa dalam bidang morfologi, sintaksis, fonologi, dan metode kajiannya.
Berisi paparan hasil penelitian tentang pemakaian disfemisme dalam surat kabar di Yogyakarta. Disfemisme adalah penggunaan kata-kata bernuansa kasar yang biasanya dipakai untuk menunjukkan kejengkelan, rasa tidak senang, penghinaan dan ketidakhormatan, atau sebagai umpatan atau julukan kasar.
Demokrasi berbahasa Jawa jangan dilihat dari segi bahasanya, melainkan menyelaraskan segala sikap laku dan patrap berbahasa dengan tata sopan-santun rasa kejawaan secara tidak berlebih-lebihan. SEandainya demokrasi berbahasa harus diartikan kebebasan bertutur kata terhadap lawan bertutur kata apapun kedudukannya, kita gunakan saja bahasa Indonesia yang sudah menjadi milik nasional.