Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sistem pemerlengkapan dalam bahasa Jawa, khususnya pemerlengkapan berupa klausa untuk mengetahui : 1. ciri-ciri verba yang membutuhkan klausa pemerlengkapan,2. bentuk-bentuk klausa pemerlengkapan,3. perbedaan pemakaian masing-masing penanda (konjungsi) dalam klausa pemerlengkapan.
Mendeskripsikan komponen semantik verba bahasa Jawa, menipekan verba bahasa Jawa berdasarkan komponen semantik yang dimiliki bersama oleh sekelompok verba atau dapat dikatakan berdasarkan wilayah maknanya dan berdasarkan hubungan semantik-sintaksis antara verba dengan argumennya, serta mendeskripsikan relevansipenipean verba bahasa Jawa di dalam klausa.
Dalam penelitian itu dideskripsikan tipe-tipe klausa bahasa Jawa yang meliputi: 1. Tipe-tipe klausa berdasarkan fungsi unsur-unsurnya; 2. Tipe-tipe klausa berdasarkan kategori kata / frasa yang menduduki fungsi predikat; 3, Tipe-tipe klausa terikat dalam hubungannya dengan klausa bebas; dan 4. Tipe-tipe klausa berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal menegatifkan predikat.
Penelitian ini akan melihat lebih lanjut sistem morfologi verba kedua bahasa dalam bentuk suatu perbandingan. Aspek khusus yang diteliti adalah proses pembentukan verba, tipe-tipe verba, dan makna pembentukan verba.
Penelitian bertujuan : 1.memerikan pengertian dan ciri-ciri verba dalam bahasa Jawa, 2. memerikan bentuk-bentuk morfologis verba dalam bahasa Jawa, 3.memerikan jenis-jenis ketransitifan dalam bahasa Jawa, 4. memerikan derajat / tingkat ketransitifan verba dalam bahasa Jawa.
Dalam penelitian ini dideskrepsikan beberapa hal, yaitu, bentuk-bentuk verba yang menjadi pengisi inti gatra verbal, bentuk tuturan yang mengisi ruas depan dan ruas belakang, dan aneka jenis relasi semantis antarruas yang terdapat dalam kalimat beruas bergatra verbal dalam bahasa Jawa.
Dalam penelitian itu dideskripsian derivasi deverbal dan deadjektival dalam bahasa Jawa yang mencakup konstruksi dan distribusi afiksnya.
Berisi 7 makalah
Berisi 7 makalah
Berisi 7 makalah