Buku ini menceritakan di Desa Segarayasa, desa yang mendukung membuat lautan yang dibangun oleh Sultan Agung, dan suatu hari ada pertunjukan wayang, waktu dhalang waktu itu mengupamakan keadaan keraton yang bau wangi, dan seketika ada bau wangi dan semua penonton pada heran
Juna senang sekali. Ia akan berkunjung ke rumah Kakek. Setibanya di rumah Kakek, Juna dan adik aepupunya, Paksi, menggambar Pangeran Diponegoro. Kakek ikut bergabuang. Kakek menceritakan kisah serutentang perjuangan Pangeran Diponegoro.
Libur UAS, Gendhis sekeluarga liburan di rumah nenek di Kota Yogyakarta. Suasana di rumah neek membuat betah Gendhis. Walau dekat kota, Kampung Demangan banyak tanaman yang menambah asri pemandangan. Gendhis latihan membuat makanan tradisional Yogyakarta yang dinamakan Kipa. Makanan yang bahan bakunya tepung ketan dan santan ini enak sekali. cara membuatnya mudah dan cepat.
Buku ini menceritakan kisah perebutan kekuasaan antara Adipati Jipang dan Adipati Pajang setelah wawatnya Sultan Trenggana di Kasultanan Demak
Kancil hewan yang suka mengembara dan terkenal cepat larinya, pada suatau hari ketika hendak minum di sungai, Kancil ketemu dengan siout dan mengolok-olok sebagai hewan yang lamban, siput gak terima dan menantang kancil beradu lari, tetapi bukan di darat melainkan di dalam air. akhirnya kancil kalah dalam pertandingan itu.
Buku ini menceritakan tentang Kemul Bathik Tambal adalah kain jarik batik yang biasanya digunakan untuk menyelimuti orang sakit, dan orang sakit akan sembuh
Buku ini menceritakan Aldi merupakan anak pindahan dari Jakarta. Ia sekolah di Kotagede, Yogyakarta. Rasa kecil hatinya muncul karena Ia tidak bisa berbahasa Jawa. Namun, teman-teman kelasnya kemudian memahami. Mereka mengajak Aldi Bermain dan mengajarinya bahasa Jawa. Dengan keramahan teman-temanya percaya diri Aldi terbangun kembali.
Cerita ini mengisahkan kehidupan Krisna, seorang siswa kelas 3 SMP. Kejenuhan menghadapi sekolah daring, Dia dijak Budi ke sebuah Kafe, pandangan Krisna tentang dunia luar seketika lenyap. Kafe itu sepi , terdapat banyak karya seni juga..
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.
Bayu dan Candra membereranikan diri memasuki sebuah bangunan tua berbentuk joglo, rumah itu terkenal angker ketika kedua nanak itu sedang memperhatikan keadaan dan sibuk mengambil foto, kedua anak itu tertegun saat melihat lukisan laki-laki tua gagah, dan tiba-tiba ada tangan dingin memegang telinga dan pipinya ternyat dia adalah Pak Mangku, kedua anak itu senang sekali karena bisa mengetahui …