Basa-basi terjadi dalam bahasa Jawa meru[akan salah satu ciri khas atau pemberi identitas pada masyarakat penuturnya. Kemunculan basa-basi sangat terikat konteks yang melatari terjadinya tuturan basa-basi, seperti perbedaan status, situasi yang bersangkutan, dan tujuan. Ditinjau dari jenisnya, basa-basi dapat dibedakan menjadi enam macam, yakni kongratulasi, harapan, ajakan, larangan, perendaha…
Penutur bahasa Jawa yang dahulu terkenal sebagai bangsa yang halus, kini tinggal mitos. Orang Jawa sekarang ini cenderung mempunyai perangai bringas, kejam, dan tidak mengenal kesantunan. Kebringasan bangsa ini terjadi karena buah kealpaan penutur asli bahasa Jawa yang telah mengabaikan stratifikasi yang sudah tertata rapi.
Keberhasilan penguasaan terhadap bahasa Jawa dengan baik ternyata membawa pengaruh yang kurang menguntungkan bagi kelestarian bahasa Bali. Agar bahasa Bali tidak punah, perlu diadakan upaya pembinaan dan pengembangan di daerah transmigrasi.
Budi pekerti luhur masyarakat yang menggunakan bahasa Jawa sangat tampak pada tindak tuturnya. Bahasa Jawa, merupakan salah satu alat pembentuk sikap maupun budi pekerti bangsa khususbya
Pengausn sikap dan kemampuan etnik Jawa berbahasa Jawa yang sudah satu generasi bermukim di Denpasar sangat menyusut. Sifat positif mereka sangat tipis dan generasi berikutnya sudah tidak mampu lagi berbahasa Jawa, lebih-lebih dalam menggunakan undha-usuknya.
Makalah itu membandingkan antara situasi bahasa Jawa di Indonesia dengan dialek-dialek dan bahasa-bahasa daerah di Eropa, khususnya dialek Jerman Selatan dan bahasa Reorumantseh di Swiss.
Ada empat pola netralisasi kosakata, diantaranya dua atau lebih kosakata ngoko dinetralisasikan ke dalam satu kosakata krama, dua atau lebih kosakata ngoko yang berpadanan dengan dua atau lebih kosakata krama dinetralisasikan ke dalam satu kosakata krama inggil, demikian seterusnya. Secara empiris dan matematis, setiap kosakata krama dan krama inggil selalu berpadanan dengan satu atau lebih kos…
Pemilihan dan loyalitas bahasa pada masyarakat tutur Jawa di Banyumas dibatasi pada salah satu rumah sosiolinguistik, yaitu rumah keluarga. Pada masyarakat perkotaan cenderung memakai bahasa campuran, baik berupa alih kode maupun campur kode dengan dominasi bahasa Jawa.
Peminjaman bahasa terjadi karena adanya kontak budaya antara pemakai bahasa satu dengan pemakai bahasa lain. Studi diakronis bahasa Jawa ditemukan bahwa 24,4% kosakata bahasa Jawa bukan asli. Selain itu, pinjaman bahasa Melayu yang masuk ke dalam bahasa Jawa, 66,6% masuk bahasa Jawa Krama dan sisanya, 33,3% masuk bahasa Jawa ngoko.
Pada era pers yang mengacu pada keuntungan bisnis saat ini merupakan kenyataan pahit bagi media massa berbahasa Jawa yang hanya mengandalkan kelangsungan hidupnya dari pelanggan. Padahal tiras beberapa majalah, jika digabungkan jadi satu, kenyataannya tidak lebih dari 50.000 eksemplar per minggunya. Hal itu meru[pakan salah satu gambaran yang sangat kompleks menyangkut kehidupan majalah berbaha…