Buku Serat Babad Pajajaran ini diterbitkan dalam bahasa Jawa dengan huruf Indonesia (latin)disertai ringkasannya dalam bahasa Indonesia untuk membantu pembaca agar dapat memperoleh gambaran tentang kandungan dari buku ini. buku ini mengisahkan urut-urutan keturunan dari nabi Adam sampai ke Prabu Mundingwangi, raja di Pajajaran.
Buku ini berisikan pengalaman jiwa masyarakat masa lalu di DIY yang dapat dijadikan sebagai referensi penelitian kebudayaan.
Buku ini berisi tentang cerita kepemimpinann seorang Gurwakanda yang diikuti oleh para lurah desa gendera serta Ki Anggendara, Jaladara, dam Ki Mangundara.
Buku ini berisi tentang cerita Ki Temenggung Jayaningrat yang memimpin Kartasura. Dalam cerita tersebut diceritakan juga mengenai perjalanannya ke tanah Jawa.
Buku ini berisi hasil alih aksara dan ringkasan sebuah karya sastra Jawa berbentuk tembang karya Raden Ngabehi Sasradipraja pada tahun 1853 M, dengan mengutip Serat Babad milik raja di Surakarta; merupakan lanjutan dari Babad Pacina III.
Buku ini berisi hasil alih aksara dan ringkasan sebuah karya sastra Jawa berbentuk tembang karya Raden Ngabehi Sasradipraja pada tahun 1853 M, dengan mengutip Serat Babad milik raja di Surakarta; merupakan lanjutan dari Babad Pacina II.
Buku ini berisi kumpulan tujuh makalah karya B.H. Hoed, Setiawati Darmojuwono, Irene Jansen, Haryati Soebadio, Suripan Sadi Hutomo, Amir Rochkyatmo, dan I Made Supartha.
Kagungan dalem Serat Babad Mangir, awit pejahipun Pabelan, dumugi pejahipun Wiranegara, Surapati. Serat Babad Mangir diawali dari Dhandhanggula, dimulai dengan /Pasrangkara winengkareng kawi/ kawismaya wiyageng susastra.
Isi Babad itu antara lain menceritakan tentang penobatan Pangeran Mangkubumi menjadi sultan di Yogyakarta dengan gelar Kangjeng Sultan Hamengkubuwana (1), pembagian wilayah Surakarta dengan Yogyakarta, penumpasan pemberintakan Pangeran Mangkunegara dengan isterinya, dan nertahtanya Sultan Hamengkubuwana II di Yogyakarta.
Buku ini merupakan cerita yang dihubungkan dengan silsilah para bupati di Panjalu dan oleh pengarangnya disusun dalam bentuk pupuh 'syair nyanyian'.