Buku ini berisi empat tulisan yang merupakan ringkasan tesis S2 dalam bidang kajian sosiolinguistik.
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengatasi masalah rendahnya keterampilan menulis narasi pada siswa SD Kelas V Ngentak Sanden.
Buku Serat Ijmaking Jamal (dan Swaraning Asonyo) ini berisi translitersi Serat Ijmaking Jamal dan transliterasi naskah Swaraning Asonyo itu terdiri dari 60 pupuh, tetapi dalam buku tahap pertama ini baru berisi 17 pupuh ditambah dengan alih aksara dari naskah Swaraning Asonya. Pada bagian pertama dimulai dengan Dhandhanggula pada halaman 1, kemudian pada gatra pertama [K.2] Kang murahing dunya …
Buku ini berisi 60 pupuh, tetapi dalam tahap satu baru dikerjakan 17 pupuh. Pada bagian pertama dimulai dengan Dhandhanggula pada halaman 1, kemudian pada gatra pertama [K.2] Kang murahing dunya sih ing akir/ kang amengku samuaning pudya.
Buku yang berjudul Kaba Bujang Jauah ini merupakan penulisan atas cerita lisan berbahasa Minangkabau yang ada di daerah Sumatera Barat.
Tulisan ini merupakan salah satu karya sastra daerah yang berasal dari Minang. Dalam buku ini dilukiskan adat istiadat dan kehidupan demokrasi yang telah ada sejak zaman dulu, bahwa yang bathil akan lenyap dan yang baik akan hidup walaupun dari golongan kecil.
Sebuah legenda yang diungkapkan berbentuk KABA, diangkat dari daerah Minangkabau, kisah cinta seorang rakyat biasa dengan seorang putri keturunan raja.j Dalam cerita ini digambarkan bagaimana siasat dan taktik yang diatur oleh kakak Payuang Lauik yang bersimpati terhadap hubungan adiknya dengan Bujang Piaman.
Tulisan ini adalah sebuah hikayat klasik Minang yang melukiskan kejadian sebelum agama Islam masuk ke Minagkabau. Jalan ceritanya menggambarkan bagaimana cara hidup orang pada waktu itu yang belum melakukan sembahyang dan puasa. Mereka meminta bukan kepada Tuhan tetapai kepada alam yaitu bumi dan langit. Walaupun tuntunan agama belum ada, tetapi banyak pelajaran yang dapat dipetik dari hikayat …
Berisi tentang hasil penelitian keparalelan dalam kalimat majemuk Bahasa Indonesia.
Fonem vokal bahasa Sunda dialek Cirebon ada tujuh buah, fonem konsonan ada delapan belas buah. Proses pemajemukan ada tigabelas macam, dan frasenya dapat digolongkan menjadi frase eksosentris dan frase endosentris