Berisi 18 cerpen karya peserta Sanggar Sastra Indonesia Yogyakarta
Danar bingung menghadapi masalah hidupnya. Bapak dan ibunya mengalami kecelakaan. Bapaknya masih harus menggunakan kruk penyangga saat berjalan. Tangan ibunya masih harus digendong. Semua itu menyebabkan kebun salaknya tidak ada yang merawat. Danar khawatir kalau keadaannya seperti itu terus. Bagaimana kalau pohon salaknya tidak berbuah banyak, tidak bisa panen, lalu tidak punya uang untuk mend…
Utama siswa kelas V SD yang sudah yatim piatu. Dia dirawat Mbah Hadi, kakeknya yang berusia 94 tahun. Sudah tiga hari Utama telat masuk sekolah. Bu Padmi, gurunya, bertanya. Ternyata Mbah Hadi sakit. Darah tingginya kambuh. Dia diobati rebusan daun pandan wangi. Sebelum berangkat sekolah, Utama harus menyiapkan makanan dan minuman simbah. Jadi, setiap pagi Utama harus berangkat ke pasar. Dia an…
Susi, Mirna, dan Retno adalah teman sekelas. Ketiganya suka bunga dan kupu-kupu. Ketika mendapatkan tugas meneliti hewan, ketiga anak tersebut memilih kupu-kupu. Ketiga anak tersebut memutuskan meneliti kupu-kupu di lingkungan sekitar. Susi sedih ketika tanamannya rusak dimakan ulat. Retno kesal dan takut lalu ingin menggites ketika melihat ulat. Dia teringat ketika badannya gatal-gatal terkena…
Asyik, Bapak menebang pohon pisang. Dimas punya ide membuat aneka macam mainan dari batang pohon pisang. Apa saja ya? Lho, kok bajunya Dimas jadi belang-bernoda. Apa sebabnya? Dimas lantas bagaimana?
Kerbau memiliki kebiasaan jorok dan tidak memedulikan lingkungan. Suatu hari, tiba-tiba dia berteriak meminta tolong karena rumahnya tenggelam. Kuntul menolong dengan melempar batu ke samping Kerbau.
Kamus Dialek Banyumas-Indonesia ini berisi padan kata / peristilahan dialek Banyumas ke dalam bahasa Indonesia.
Berisi kajian mengenai Kondisi jazirah Arab dan Indonesia, naskah dan isi Piagam MAdinah dan Undang-Undang Dasar 1945 serta pelaksanaannya yang intinya adalah kajian mengenai perbandingan dasar hidup bersama dalam masyarakat yang majemuk.