Penelitian ini mencakup sistem pendukung sastra dalam media elektronik radio, meliputi sistem reproduksi, pengayom, penanggap, dan penghambat. Jenis karya sastra yang menjadi kajian adalah wayang kulit, kethoprak, sandiwara radio berbahasa Jawa, pembacaan buku, macapat, geguritan, dan langen mandra wanara.
Kitab Wicarakeras merupakan ajaran Jasadipura II yang ditujukan kepada para pemimpin kerajaan Surakarta, dengan mengambil contoh kehidupan para pemimpin negara sebagai pola ajarannya.
Buku ini memaparkan secara ringkas, teoritis sekaligus praktis untuk mengenal dunia jurnalistik. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh artikel-artikelyang telah dipublikasikan di media massa.
Berisi penjelasan mengenai kesenjanganantara budaya lisan dan budaya tulis.
Makalah ini memaparkan beberapa kecenderunga dalam penulisan puisi Indonesia masa kini dan beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Buku ini merupakan sebuah kumpulan dari beberapa sajak dari Darmanto yang menggambarkan suasana kehidupan kesusastraan kita yang menekan pada masa akibat ofensif Lekra. Selain dari pada itu, buku ini termasuk ekspresi dari kehidupan para isteri yang pada masa itu telah membentuk banjar (organisasi).
Buku ini berisi hasil alih aksara sastra lama yang berupa lagu yang ditembangkan. Lebih lanjut dalam buku itu isinya dijelaskan mengenai gender laras salendro, dan lain-lain
Buku ini berisi ringkasan cerita , pengalihaksaraan, dan terjemahan dari babad praya yang merupakan karya sastra Indonesia lama yang berbahasa jejawan dalam bahasa Sasak. Pada Babad Praya berisi sindiran-sindiran terhadap manusia yang selalu melakukan perang. Tidak hanya sindiran, namun terdapat pula pujian terhadap apa yang pantas untuk dipuji.Buku ini berisi ringkasan cerita , pengalihaksaraa…
Buku ini berisi ringkasan cerita, alihaksara, dan terjemahan dari Puspakrama yang merupakan karya sastra Indonesia lama berhuruf Kawi Lombok (jejawen)". Naskah Puspakrama berisi muatan ajaran dan filsafat hidup untuk saling menyayangi sesama makhluk hidup.
Buku ini bercerita tentang kemelut di negeri Sahelsah antara dua orang putra Raja Sadelsah yang berebut kekuasaan, yaitu Pangeran Saalsah sebagai Raja Kesepuluh dan Tahil Jowarsah sebagai Raja Kanoman. Tahil Jowarsah difitnah akan merebut kekuasaan kakanya.