Perpustakaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pengunjung
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Ditapis dengan

  • Tahun Penerbitan
  • Ketersediaan
  • Lampiran
  • Tipe Koleksi
    Lihat Lebih Banyak
  • Format Fisik Dokumen
    Lihat Lebih Banyak
  • Lokasi
  • Bahasa
    Lihat Lebih Banyak
Ditemukan 278 dari pencarian Anda melalui kata kunci: author=NN
Hal. Awal Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya Hal. Akhir
cover
Andum bancakan = Membagikan bancakan
Komentar Bagikan
Tarti Khusnul KhotimahSabatina Rukmi WidiasihDhanu Priya PrabowaSugeng RaharjoAnnisa R. Artha

Setiap selapan sekali pada Sabtu Legi, Mbah Putri membuat bancakan. Bancaan dibuat untuk memperingati weton Adi dan Santi. Adi dan Santi selalu membagikan bancakan kepada teman-temannya. Saat teman-teman berjalan pulang, tidak sengaja sepeda Yudi menyerempet Wulan. Bancakan Wulan tumpah. Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-602-358-734-6
Deskripsi Fisik
ii, 16 halaman: ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Wid A
Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Bathi sanak
Komentar Bagikan
SuprihatinWahyu Sekar SariLintang A. BahteraGeovanna Nathania YolandaWiwien Erni Siti Nurlina

Memayu anak piatu. Ia tinggal di Desa Truntum di selatan Pasar Prawirotama. Memayu diasuh Mbah Temu yang pekerjaannya buruh géndong barang belanja di pasar. Di Yogyakarta pekerjaan tersebut dinamai burun géndong. Walaupun kakinya pincang, Memayu tidak merasa kurang. Memayu bersyukur dan merasa beruntung masih bisa berjalan. Hanya satu yang membuat hatinya kesal, Santo, yang suka menjahilinya.…

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-602-358-915-9
Deskripsi Fisik
i, 20 halaman: ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Sup B
Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Methik kepel = Memetik kepel
Komentar Bagikan
NindwihapsariGalang PrastowoFlora MaharaniSanti WijayantiAnnisa R. Artha

Kepel adalah tanaman langka di Yogyakarta. Rayyan dan Nara heran melihat buah kepel. Mereka membantu Kakung dan Uti memetik kepel. Apakah Rayyan dan Nara mau mencicipi kepel? Apakah nasihat dari cerita ini?

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-388-959-9
Deskripsi Fisik
ii, 12 halaman: ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Wij M
Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Sawah surjan mbah Suran
Komentar Bagikan
Nur Ramadhoni SetyaningsihJoanna Asterlita KristantiRudy WiratamaGeovanna Nathania YolandaErwan Hersisusanto

Ginah menginginkan tempe benguk buatan Mbah Suran. Mbah Suran mau membuatkan. Tetapi, Ginah harus mengambil kacang kara benguk di sawah. Tumbuhan itu ada di sawah surjan. Seperti apa tumbuhan itu? Apa Ginah bisa menemukan kara benguk untuk dibuat tempe?

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-634-00-0386-4
Deskripsi Fisik
ii, 16 halaman: ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Kri S
Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Awas, ana lesus! = Awas, ada lesus!
Komentar Bagikan
Tarti Khusnul KhotimahSiti MulyaniFlora MaharaniA. Dinna Fathimah Al FajriBulqissawa Bias Lazuardina

Bacaan dengan judul “Mengunjungi Tempat Keramat Pinggir Telaga Ngomang”, menceritakan Aksa, Udin mengikuti kerja bakti membersihkan beringin keramat. Rani justru takut tidak berani ikut bersih-bersih, karena tempat itu dianggap angker. Setelah mendapat keterangan dari Mbah Karsama, Rani menjadi berani. Justru ingin melihat tempat keramat lainnya yang berada di pinggir Telaga Ngomang. Pen…

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-388-898-1
Deskripsi Fisik
ii, 11 halaman; ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Faj A
Ketersediaan1
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Resik agawe becik = Bersih itu baik
Komentar Bagikan
SulastriHartanto, Doni DwiArtha, Annisa RahmawatiSiti Nurhilmi NihayatiAhmad Khoirus Salim

Kerbau memiliki kebiasaan jorok dan tidak memedulikan lingkungan. Suatu hari, tiba-tiba dia berteriak meminta tolong karena rumahnya tenggelam. Kuntul menolong dengan melempar batu ke samping Kerbau.

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-388-731-1
Deskripsi Fisik
ii, 15 halaman: Ilustrasi; 30 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Sul R
Ketersediaan0
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Papat kupat kanggo prabu = Empat ketupat untuk prabu
Komentar Bagikan
Sri SabaktiHervianna ArthaNur Laili Elisa

Buku ini menceritakan adat Desa Pulutan di Gunung Kidul yang melakukan tradisi secara turun temurun yaitu upacara Gumbrengan , upacara ini diadakan sebagi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan warga berharap hewan ternak tetap sehat, hasil pertanian melimpah.. Dalam upacara ini ada sajiannya seperti aneka jenis ketupat, jadah, jenang, bekatul, dan lepet.

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-112-493-7
Deskripsi Fisik
32 hlm, 29,7 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Her P
Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Mbah Wasis
Komentar Bagikan
Hermanto, BambangArtha, Annisa Rahmawati

Buku ini menceritakan melestarikan budaya jawa yaitu wayang, di buku ini diceritakan anak-anak sangat antusias untuk belajar cara membuat wayang kepada Mbah Wasis yang pandai membuat wayang.

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-112-610-8
Deskripsi Fisik
43 hlm, 29,7 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Her M
Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Kepengin dadi Setyaki = Ingin menjadi Setyaki
Komentar Bagikan
SeptamaTarti Khusnul KhotimahRahma Khoirunnisa El Fahmi

Kakek Sadi menyukai wayang kulit sejak kecil. Beliau antusias ketika ada pegelaran hingga hafal cerita wayang.

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-112-453-1
Deskripsi Fisik
ii, 24 hlm, 21 x 29,7 cm.
Judul Seri
-
No. Panggil
C Fah K
Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
cover
Dhingklik oglak-aglik
Komentar Bagikan
NuryantiniJoanna Asterlita KristantiDwi Astuti

Dhingklik Oglak-Aglik adalah suatu permainan di jawa yaitu dengan mengaitkan salah satu kakinya dengan kaki temannya dan dalam permainan ini melakukan lompatan harus serempak, kalau tidak serempak pasti semua yang ikut permainan ini akan jatuh. Permainan ini biasanya dilakukan lebih dari dua orang.

Edisi
Cetakan Pertama
ISBN/ISSN
978-623-112-443-2
Deskripsi Fisik
20 hlm, 29,7 cm
Judul Seri
-
No. Panggil
C Kris D
Ketersediaan2
Tambahkan ke dalam keranjang
Unduh MARCSitasi
Hal. Awal Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya Hal. Akhir
Perpustakaan Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berkedudukan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, berada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Dalam melaksanakan tugasnya, secara teknis dan administratif Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dibina oleh dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?