Setiap selapan sekali pada Sabtu Legi, Mbah Putri membuat bancakan. Bancaan dibuat untuk memperingati weton Adi dan Santi. Adi dan Santi selalu membagikan bancakan kepada teman-temannya. Saat teman-teman berjalan pulang, tidak sengaja sepeda Yudi menyerempet Wulan. Bancakan Wulan tumpah. Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Memayu anak piatu. Ia tinggal di Desa Truntum di selatan Pasar Prawirotama. Memayu diasuh Mbah Temu yang pekerjaannya buruh géndong barang belanja di pasar. Di Yogyakarta pekerjaan tersebut dinamai burun géndong. Walaupun kakinya pincang, Memayu tidak merasa kurang. Memayu bersyukur dan merasa beruntung masih bisa berjalan. Hanya satu yang membuat hatinya kesal, Santo, yang suka menjahilinya.…
Kepel adalah tanaman langka di Yogyakarta. Rayyan dan Nara heran melihat buah kepel. Mereka membantu Kakung dan Uti memetik kepel. Apakah Rayyan dan Nara mau mencicipi kepel? Apakah nasihat dari cerita ini?
Ginah menginginkan tempe benguk buatan Mbah Suran. Mbah Suran mau membuatkan. Tetapi, Ginah harus mengambil kacang kara benguk di sawah. Tumbuhan itu ada di sawah surjan. Seperti apa tumbuhan itu? Apa Ginah bisa menemukan kara benguk untuk dibuat tempe?
Bacaan dengan judul “Mengunjungi Tempat Keramat Pinggir Telaga Ngomang”, menceritakan Aksa, Udin mengikuti kerja bakti membersihkan beringin keramat. Rani justru takut tidak berani ikut bersih-bersih, karena tempat itu dianggap angker. Setelah mendapat keterangan dari Mbah Karsama, Rani menjadi berani. Justru ingin melihat tempat keramat lainnya yang berada di pinggir Telaga Ngomang. Pen…
Kerbau memiliki kebiasaan jorok dan tidak memedulikan lingkungan. Suatu hari, tiba-tiba dia berteriak meminta tolong karena rumahnya tenggelam. Kuntul menolong dengan melempar batu ke samping Kerbau.
Buku ini menceritakan adat Desa Pulutan di Gunung Kidul yang melakukan tradisi secara turun temurun yaitu upacara Gumbrengan , upacara ini diadakan sebagi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan warga berharap hewan ternak tetap sehat, hasil pertanian melimpah.. Dalam upacara ini ada sajiannya seperti aneka jenis ketupat, jadah, jenang, bekatul, dan lepet.
Buku ini menceritakan melestarikan budaya jawa yaitu wayang, di buku ini diceritakan anak-anak sangat antusias untuk belajar cara membuat wayang kepada Mbah Wasis yang pandai membuat wayang.
Kakek Sadi menyukai wayang kulit sejak kecil. Beliau antusias ketika ada pegelaran hingga hafal cerita wayang.
Dhingklik Oglak-Aglik adalah suatu permainan di jawa yaitu dengan mengaitkan salah satu kakinya dengan kaki temannya dan dalam permainan ini melakukan lompatan harus serempak, kalau tidak serempak pasti semua yang ikut permainan ini akan jatuh. Permainan ini biasanya dilakukan lebih dari dua orang.