Buku itu merupakan ikhtisar perkembangan sastra Jawa periode prakemerdekaan, suatu periode yang mencatat proses perubahan dari penggunaan aksara Jawa ke aksara latin. Selama periode prakemerdekaan, terjadi perkembangan tematik dan stilistik. Kedua jenis perkembangan itu diuraikan, tidak terpisah dari sistem-sistem nonliterer. Di samping itu, buku tersebut berisi pencatatan dan penelusuran tidak…
Buku ini berisi kumpulan konsep-konsep dasar mengenai pendekatan yang biasa disebut sosiologi sastra / pendekatan sosiokultural.
Berisi berbagai informasi tentang sastra Jawa prakemerdekaan, yaitu masalah pembabakan waktu, kepengarangan, penerbitan, kondisi sosial, pergeseran bahasa, dan jenis-jenis sastra modern. Berbagai informasi tersebut perlu disaring, difokuskan, dan ditata kembali sesuai dengan relevansinya.
Buku itu mengungkapkan dan menentukan batas-batas yang dianggap penting dalam penciptaan karya sastra. Yang paling dekat dengan penciptaan karya sastra adalah pengarang, penerbit, pembaca,dan tanggapan/kritik. Komunikasi antarelemen sistem sastra pada periode kemerdekaan secara implisit menggambarkan perjuangn lembga-lembaga atau perseorangan yang dicatat didalamnya selma harus berkomunikasi de…
Buku tersebut mengungkapkan bentuk keindahan yang tertuang dalam struktur teks sastra (n0vel) Jawa modern dan melihat pergeseran nilai estetika yang terjadi pada setiap periode. Adapun tujuan praktisnya adalah agar penelitian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan membuat deskripsi lengkap dan menyeluruh mengenai estetika sastra Jawa.
Bertujuan mengungkap latar belakang kehidupan/biografi pengarang Mas Kusrin dan mengetahui keterlibatan pengarang dalam kepengarangan sastra Jawa prakemerdekaan, serta mengungkap unsur ekstrinsik (aspek sosiologis) karya-karyanya. Dibahas juga keterkaitan antara kehidupan Mas Kusrin dengan karya sastra yang digubahnya, baik yang terbit pada masa penjajahan Belanda maupun pada masa penjajahan Je…
Penelitian bertujuan mendeskripsikan biografi pengarang sastra Jawa modern prakemerdekaan; yaitu tentang identitas pengarang, latar belakang keluarga, pendidikan, pekerjaan, kepengarangannya, visi kepengarangannya, serta tanggapan orang lain terhadap pengarang dan karyanya.
Dalam makalah itu dikaji struktur cerita cerpen-cerpen dalam mingguan Kandha Raharja yang menyangkut tema, masalah, alur cerita, tokoh, latar cerita, dan gaya bahasanya.
Kehadiran karya sastra terjemahan pada masa prakemerdekaan erat hubungannya dengan keberadaan Balai Pustaka. Segala bentuk penerbitan bertujuan untuk membangun pandangan masyarakat Jawa sesuai harapan Belanda melalui sastra Jawa terjemahan.