Dari segi kebahasaan, penelitian itu membahas mengenai aspek struktur dan semantik peribahasa Jawa. Sedangkan dari segi kesastraan dilakukan pengamatan yang menyangkut rasa keindahan bahasa (stilistika) yang tercermin melalui bentuk peribahasa.
Dari segi kebahasaan, penelitian itu membahas mengenai aspek struktur dan semantik peribahasa Jawa. Sedangkan dari segi kesastraan dilakukan pengamatan yang menyangkut rasa keindahan bahasa (stilistika) yang tercermin melalui bentuk peribahasa.
Penelitian bertujuan mendapat informasi yang obyektif dan terperinci yentang karya-karya pengarang wanita dalam sastra Jawa modern, yaitu dengan meneliti unsur-unsur intrinsik, seperti tema dan masalah, tokoh dan penokohan, latar, dan gaya penulisan karya - karya mereka.
Dalam penelitian itu dikemukakan 1. muatan sastra dalam silabus Kurikilum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bahasa Indonesia di SMA, 2. materi sastra dalam buku ajar atau buku pelajaran yang digunakan guru sebagai sarana dan sumber pembelajaran, 3. kekurangan materi sastra dalam buku ajar yang digunakan guru dibandingkan dengan tuntutan silabus KTSP bahasa Indonesia di SMA.
Dalam penelitian itu dibahas masalah representasi yang tercipta di dalam Kesah Lelayaran Dhateng Pulo Papuwah. Representasi ini berhubungan dengan strategi menghadirkan identitas si pelaku perjalanan dan identitas yang dipandang oleh si pelaku perjalanan.
Kisah perjalanan dalam sastra Jawa memiliki persamaan bentuk dengan sejumlah karya sastra Indonesia. Beberapa buku tentang kisah perjalanan yang dijadikan data penelitian ini adalah: (1) Purwa Carita Bali (1875), (2) Cariyos ing Negari Padang (1876), (3) Kekesahan saking Tanah Jawi dhateng Negari Welandi (1916), (4) Kesah Lelayaran dhateng Poelo Papuwah (1919), (5) Kekesahan dhateng Riyo (192…
Penelitian iti memberi gambaran dan pemahaman secara menyeluruh tentang dinamika kantung-kantung sastra Yogyakarta, peran pemerintah DIY terhadap eksistensi kantung-kantung sastra tersebut, profil atau deskripsi dan kegiatan kantung-kantung sastra Indonesia di Yogyakarta.
Penyusunan antologi kajian sastra ini bertujuan mengumpulkan informasi mengenai berbagai persoalan dan pembicaraan perkembangan dan pengembangan sastra di Indonesia.
Dibahas masalah humor sebagai tanda (sign) dalam komunikasi sastra, kode-kode tanda bermakna dalam sistem komunikasi. Di samping itu, akan dibahas pula masalah fungsi humor teks sastra dan masalah penjenisan humor.
Dibahas masalah humor sebagai tanda (sign) dalam komunikasi sastra, kode-kode tanda bermakna dalam sistem komunikasi. Di samping itu, akan dibahas pula masalah fungsi humor teks sastra dan masalah penjenisan humor.