Bayu, Galang, dan Galih bermain layangan di lapangan, bertanding dengan layangan lainnya. Tak disangka, layangan itu putus dan melayang tertiup angin, lalu dikejar. Layangan itu tersangkut di ranting pohon lamtoro yang ada di pekarangan salah satu rumah. Yang menunggu rumah itu terkenal aneh dan menyeramkan. Namanya Mbah Jenggot. Ketiganya nekat masuk ke pekarangan rumah itu. Alangkah terkejut …
Buku ini menceritakan Larasati yang gemar menari dan waktu itu Larasati ngobrol sama Eyangnya dan saudaranya tentang tari bedhaya, Larasati tertidur dan bermimpi dirinya ditarik oleh salah satu penari bedhaya untuk ikut menari
Buku ini menceritakan benda sebuah bedug bernama Dhugdhug, benda ini dibunyikan sebagai tanda waktu dan biasanya ditempatkan di langgar atau masjid
Buku itu terdiri atas dua bagian, yaitu bagian pertama tersusun menurut abjad, dan bagian kedua berisi penjelasan umum tentang biodata pengarang, istilah-istilah khusus kesastraan, kelembagaan yang berkaitan dengan sastra.