Hari Minggu pagi, sinar matahari berkurang cahayanya, redup. Alina dan Tita bermain éngklék di halaman rumah Alina. Makin lama langit makin gelap. Ibu Alina memanggil dari kejauhan. Mereka berdua disuruh masuk rumah karena langit gelap akan hujan. Sampai rumah Alina, hujan turun deras. Sambil memasak sup, ibu Alina bercerita pada Alina dan Tita. Cerita ibu Alina membuat mereka mengangguk kagu…
Teman Tak Terduga adalah sebuah kisah yang menghubungkan budaya, kehidupan, dan moral. Cerita ini mengajak kita supayaselalu saling menyayangi, saling menolong, berani, dan jujur.Diceritakan, tokoh utama dalam cerita ini tiba-tiba memilikikekuatan untuk mengalahkan naga. Cerita ini tidak bisa ditebak jika tidak dibaca sampai selesai. Tidak percaya? Bacalah sampai akhirsupaya tidak salah tebak. …
Azka anak pintar, tetapi ia tidak suka makan nasi. Makanannya sering tidak dihabiskan. Ibunya bingung bagaimana cara menasihati Azka supaya tidak menyisakan makanan. Ibu mengajak Azka membeli beras. Membelinya tidak di warung atau pasar. Lalu, di mana Ibu membeli beras? Apakah teman-teman ingin tahu?
Bayu, Galang, dan Galih bermain layangan di lapangan, bertanding dengan layangan lainnya. Tak disangka, layangan itu putus dan melayang tertiup angin, lalu dikejar. Layangan itu tersangkut di ranting pohon lamtoro yang ada di pekarangan salah satu rumah. Yang menunggu rumah itu terkenal aneh dan menyeramkan. Namanya Mbah Jenggot. Ketiganya nekat masuk ke pekarangan rumah itu. Alangkah terkejut …
Sesudah mencuci, Ulul, Raffi, dan Angga menjemur sarung yang berjumlah sepuluh. Tiga anak itu mengurutkan sarung di jemuran mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Tali jemurannya melorot. Kata Ulul, tidak apa-apa. Sore hari, langitnya mendung. Ulul segera berlari, hendak mengangkat sarung dari jemuran. Lo, kok sarungnya hanya ada enam?
Ada seorang anak bernama Dito. Badannya besar. Dito bertemu Monster Sampah. Mengapa Dito bertemu Monster Sampah? Bagaimana cara Dito menyingkirkan Monster Sampah?