Memayu anak piatu. Ia tinggal di Desa Truntum di selatan Pasar Prawirotama. Memayu diasuh Mbah Temu yang pekerjaannya buruh géndong barang belanja di pasar. Di Yogyakarta pekerjaan tersebut dinamai burun géndong. Walaupun kakinya pincang, Memayu tidak merasa kurang. Memayu bersyukur dan merasa beruntung masih bisa berjalan. Hanya satu yang membuat hatinya kesal, Santo, yang suka menjahilinya.…
Bima dan Tama anak yang rajin dan suka menolong. Suatu hari, saat mereka pulang sekolah, Bima mendengar suara kentungan. Tama melihat ada kepulan asap. Apakah ada rumah terbakar? Kedua anak tersebut berlari menuju kepulan asap. Ternyata kepulan asap itu berasal dari tepi Kali Banteng. Ada apa di Kali Banteng? Ayo kita simak ceritanya!
Ayim akan membuat kerajinan dari barang bekas. Ada botol plastik, kain batik, bola pingpong, kawat, bambu, dan sebagainya. Kerajinan itu berwujud mainan. Kira-kira Ayim akan membuat apa, ya?
Tio sedang bermain balok. Adiknya datang dan ingin ikut bermain. Akan tetapi, adiknya sedang pilek. Ingusnya meler. Tangannya juga kena ingus. Bagaimana ini? Tio sangat jijik dengan ingus. Apa Tio akan mengizinkan adiknya bermain bersama?
Dini sekarang mengerti cara ngemplong dan meraut mendong. Menganyam sisa mendong pun bisa. Sisa mendong dianyam panjangnya sejengkal. Meskipun hanya sisa, ternyata masih berguna. Bisa digunakan untuk belajar menganyam. Kemudian anyaman mendong yang sejengkal digunakan untuk apa?
Buku ini menceritakan sekelompok anak sedang bermain yaitu Tono, Wawan, dan Adhit menggfembala domba bersama-sama. mereka bermain bentik selama menunggu domba-domba mereka. Mereka bermain gembira. Namun tiba-tiba salah satu domba menanduk mereka untunglah Bapak Tono datang bisa memegang dadung yang mengikat domba tewrsebut, kemudian do,ba diikat di pohon turi. mereka bermain kembali.
Arjuna adalah anak terkenal baik hati. Dia memiliki banyak teman, di antaranya Bayu dan Edi. Sore ini, memenangkan pertandingan gobak sodor. Edi pandai dalam bidang olahraga, sedangkan Bayu tidak. Bayu berolahraga mengelilingi alun-alyn agar menang di pertandingan selanjutnya..
Buku ini menceritakan Ranti dan Rinto adalah anak kembar berusia 12 tahun. Ranti yang lincah dan suka berolahraga memiliki masalah bau badan. Rinto dapat informasi buah penghilang bau badan, Rinto menyarankan Ranti makan buah tersebut. Tapi buah itu sulit ditemukan dan buah langka, hanya di liingkungan kraton dan orang-orang terpandang yang boleh menanam pohon itu..
Buku ini menceritakan seorang anak bernama Anin siswa kelas dua SD. Ia minta kepada Ibunya untuk dibelikan stiker secara online. Rencananya stiker itu akan dijual ke temen-temennya di sekolah. hasil penjualan akan dibelikan laptop.
Buku ini disajikan dalam dua bahasa (Jawa dan Indonesia) dan dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.