Teman Tak Terduga adalah sebuah kisah yang menghubungkan budaya, kehidupan, dan moral. Cerita ini mengajak kita supayaselalu saling menyayangi, saling menolong, berani, dan jujur.Diceritakan, tokoh utama dalam cerita ini tiba-tiba memilikikekuatan untuk mengalahkan naga. Cerita ini tidak bisa ditebak jika tidak dibaca sampai selesai. Tidak percaya? Bacalah sampai akhirsupaya tidak salah tebak. …
Saat ini semua orang tua yang mempunyai anak usia belasan tahun merasa tidak mudah dalam mendidik. Anak mulai mengalami perteng- karan (adu mulut, beda pemikiran, beda keinginan) bermacam-macam dengan orang tua. Tidak hanya di kota besar, tetapi sampai di pedesaan pun semua juga mengalami. Hal ini lebih terasa ketika menyampaikan penjelasan tentang reproduksi, sopan santun, budi pekerti yang lu…
Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah.(Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh). Semboyan itu memang nyata. Kerukunan memberikan kekuatan. Jika berselisih, bisa menyebabkan hidup susah. Apalagi warga Indonesia beraneka ragam sehingga harus hidup rukun supaya tidak mudah terpecah belah. Seperti apa wujud kerukunan? Dengan siapa kita harus rukun? Para pembaca bisa memahami hal tersebut di buku …
Sepatu untuk Jono, sebuah cerita untuk anak yang mengungkapkan perhatian dan rasa sayang guru terhadap salah satu muridnya yang sedang berkekurangan. Bu Sita merasa kasihan melihat Jono yang sedih karena sepatunya jebol. Bu Sita memberikan sepatu bekas Bagas, supaya bisa dipakai untuk sementara waktu. Bagaimana cerita selanjutnya, sepatunya cukup atau tidak, ya?
Wira adalah anak Pak Rejo, yang bekerja sebagai tukang satang di Kali Progo. Tukang satang adalah sebutan bagi pengayuh rakit. Wira sudah pandai mengayuh perahu membantu ayahnya. Ketika tidak sedang membantu, dia mencari ikan di pinggir sungai. Teman-temannya senang mengikuti. Ketika sedang mencari ikan, ada anak monyet tercebur sungai. Teman-teman Wira tak berani menolong karena tak bisa beren…
Suatu sore, Rumi dan teman-temannya bermain Jamuran. Ada yang minta jamur gagak dan jamur kursi. Namun, anak-anak bingung ketika Canting minta jamur kendhi borot (kendi bocor). Aduh, bagaimana ini?
Buku ini menceritakan bagaimana cara pewarnaan telur menjadi warna merah merah seperti yang di juala nenek-nenek di acara Gunungan di halaman Masjid Gedhe Kauman
Ru sering membuang sampah di laci mejanya. Gara-gara perbuatan Ru, kelas menjadi tidak nyaman. Meski teman-teman sudah menegurnya, Ru tidak peduli. Hingga suatu hari, sesuatu terjadi di kelas. Kejadian itu membuat Ru jera. Kira-kira apa yang terjadi ya? Yuk ikuti kisah Ru di buku ini.