Memayu anak piatu. Ia tinggal di Desa Truntum di selatan Pasar Prawirotama. Memayu diasuh Mbah Temu yang pekerjaannya buruh géndong barang belanja di pasar. Di Yogyakarta pekerjaan tersebut dinamai burun géndong. Walaupun kakinya pincang, Memayu tidak merasa kurang. Memayu bersyukur dan merasa beruntung masih bisa berjalan. Hanya satu yang membuat hatinya kesal, Santo, yang suka menjahilinya.…
Landhung bahagia sekali ada pasar malam. Berbagaimacam permainan ada. Bianglala dan komedi putarada di sana. Ada juga berbagai macam makanan.Harum manis dan kue pancong juga ada. Landhungingin membeli harum manis. Bapak berkata kepadaLandhung. Membeli bisa menjadi tindakan menolong.Bagaimana caranya? Temukan di buku ini!
Siapakah yang tiap pagi makan nasi? Dari manakah asalnya nasi itu? Dalam cerita ini, teman-teman diajak dolan bersama Menthik. Teman-teman akan diberi tahu tempat tinggal Menthik yang indah. Teman-teman juga diberitahu apa saja yang dilakukan Menthik setiap hari.
Nares sangat gembira. Memancingnya berhasil, kalinya bersih. Nares mengerti perlunya menjaga kebersihan kali.
Gunung ingin piknik ke Potorono, Bantul. Ia ingin naik dinosaurus seperti di Youtube. Gunung menelepon Bulan yang rumahnya di Bantul. Bulan berkata bahwa Potorono dekat dengan rumahnya. Gunung jadi piknik ke Bantul.
Terdapat delapan tema yang dikupas dalam buku ini, yakni kepemimpinan Sultan HB X, suksesi dan keraton, keistimewaan Yogyakarta dan pemerintahan Provinsi DIY, serta relasi keindonesiaan global dan pluralisme. Ada pula tema tradisi budaya dan lingkungan hidup, peran Sultan HB X dalam Reformasi 1998, ekonomi kreatif DIY, serta perempuan dan keadilan gender.
Tita ingin menjolok sawo. Tita minta tolong kepada bapaknya. Tita ingin berbagi. Ternyata biji buah sawo juga bisa digunakan untuk mainan. Disebut apakah mainan tersebut? Penasaran? Ayo, baca buku ini sampai selesai!
Berkali-kali, Jujuk yang berbadan gemuk jatuh dari egrang. Setiap kali ia jatuh, Opin dan Amel menertawainya. Jujuk kesal. Opin dan Amel meminta maaf. Jujuk dibujuk agar mau berlatih lagi. Kira-kira Jujuk bisa tidak, ya, menggunakan egrang dan ikut balapan?
Buku ini menceritakan Hari ahad atau hari minggu nanang disuruh ibunya pergi ke pasar untuk belanja bahan bolu pisang dan setelah belanja bahan nanang membeli dawet. sebelah penjual dawt ada penjual tempe namanya Pak Kamto kebetulan tetangga belakang rumah nanang , Pak Kamto memberi nanang tempe karena tempe masih berujud kedelai Pak Kamto pesan supaya sampe rumah dijereng. Setelah sampe rumah …