Ketika Arka akan mengambil layang-layang putus, ia tidak mengira akan mengalami kejadian yang membahayakan dirinya. Tengkuk bengkak dan baju basah kuyup adalah pengalaman yang tidak akan dilupakannya. Apa yang dilihat dan dirasakan Arka ketika tawon mengamuk? Carilah hikmah dari cerita yang menyentuh ini.
Nova tidak bisa melihat Damar yang berbicara menggunakan isyarat. Damar tidak bisa mendengar Nova yang berbicara dengan suara. Tetapi kedua anak itu asyik bercengkerama. Hayo, coba bagaimana caranya, ya?
Buku ini berisi kumpulan berita yang terekam di media massa terkait inovasi peningkatan pelayanan publik di berbagai instansi.
Bayu, Galang, dan Galih bermain layangan di lapangan, bertanding dengan layangan lainnya. Tak disangka, layangan itu putus dan melayang tertiup angin, lalu dikejar. Layangan itu tersangkut di ranting pohon lamtoro yang ada di pekarangan salah satu rumah. Yang menunggu rumah itu terkenal aneh dan menyeramkan. Namanya Mbah Jenggot. Ketiganya nekat masuk ke pekarangan rumah itu. Alangkah terkejut …
Madali sedih hatinya karena tidak punya teman bermain. Kakek mengajak Madali bermain permainan tradisional, yaitu betengan. Anak-anak laki-laki ingin ikut bermain betengan. Semua merasa senang bermain betengan. Mereka berpura-pura seperti berada pada zaman peperangan melawan Jepang. Kelompok Madali yakin bisa menang. Tetapi, lawan mereka juga garang. Kira-kira siapa yang menang?
Berkali-kali, Jujuk yang berbadan gemuk jatuh dari egrang. Setiap kali ia jatuh, Opin dan Amel menertawainya. Jujuk kesal. Opin dan Amel meminta maaf. Jujuk dibujuk agar mau berlatih lagi. Kira-kira Jujuk bisa tidak, ya, menggunakan egrang dan ikut balapan?
Buku ini berisi tentang peraturan perundang-undangan bagian hukum
Berisi keterangan mengenai Tambahan Lembaran Negara Indonesia dan penjelasannya.