Kepel adalah tanaman langka di Yogyakarta. Rayyan dan Nara heran melihat buah kepel. Mereka membantu Kakung dan Uti memetik kepel. Apakah Rayyan dan Nara mau mencicipi kepel? Apakah nasihat dari cerita ini?
Sesudah mencuci, Ulul, Raffi, dan Angga menjemur sarung yang berjumlah sepuluh. Tiga anak itu mengurutkan sarung di jemuran mulai dari yang paling kecil sampai paling besar. Tali jemurannya melorot. Kata Ulul, tidak apa-apa. Sore hari, langitnya mendung. Ulul segera berlari, hendak mengangkat sarung dari jemuran. Lo, kok sarungnya hanya ada enam?
Gunung ingin piknik ke Potorono, Bantul. Ia ingin naik dinosaurus seperti di Youtube. Gunung menelepon Bulan yang rumahnya di Bantul. Bulan berkata bahwa Potorono dekat dengan rumahnya. Gunung jadi piknik ke Bantul.
Sekarang pukul berapa? Bayu berulang kali melihat jam. Bayu juga berulang kali bertanya kepada Bapak, kapan akan berangkat. Kelihatannya Bayu sudah tidak sabar. Bayu dan Bapak mau berangkat ke mana, ya? Ayo belajar jam dengan mengikuti perjalanan Bayu dan Bapak.
Ginah menginginkan tempe benguk buatan Mbah Suran. Mbah Suran mau membuatkan. Tetapi, Ginah harus mengambil kacang kara benguk di sawah. Tumbuhan itu ada di sawah surjan. Seperti apa tumbuhan itu? Apa Ginah bisa menemukan kara benguk untuk dibuat tempe?
Si Oren, sebuah plastik wadah makanan, mengalami kejadian yang tidak disangka. Badannya dilindas roda kendaraan, kehujanan sampai basah kuyup, dan bertemu dengan sampah lainnya. Lalu, banjir membuat Oren dan sampah lainnya tersebar di air. Waduh! Apa Oren akan selamat?
Wira adalah anak Pak Rejo, yang bekerja sebagai tukang satang di Kali Progo. Tukang satang adalah sebutan bagi pengayuh rakit. Wira sudah pandai mengayuh perahu membantu ayahnya. Ketika tidak sedang membantu, dia mencari ikan di pinggir sungai. Teman-temannya senang mengikuti. Ketika sedang mencari ikan, ada anak monyet tercebur sungai. Teman-teman Wira tak berani menolong karena tak bisa beren…
Ranu sedang berlibur di rumah Kakeknya di Bantul, Yogyakarta. Ketika berjalan-jalan di desa,dia mendengar suara musik. Thèk, thok, thèk, thok, glung! Ranu mencari sumber suara itu. Ternyata banyak anak sedang bermain gejog lesung. Gejog lesung termasuk salah satu seni musik khas Yogyakarta. Anak-anak bergantian memukul lesung. Saat Ranu akan bermain lagi, alu yang tadi dipakai sudah hilang. D…
Hasan ingin bermain. Ayahnya mengajak bermain dam. Hasan terkejut mendengar istilah dam. Hasan dan ayahnya menyiapkan perlengkapan bermain dam. Akbar menghampiri Hasan untuk mengajak bermain. Hasan dan Akbar akan diajari bermain dam. Bagaimana cara bermain dam? Apakah Hasan dan Akbar senang bermain? Ayo, simaklah cerita “Bermain Dam”.
Terdapat delapan tema yang dikupas dalam buku ini, yakni kepemimpinan Sultan HB X, suksesi dan keraton, keistimewaan Yogyakarta dan pemerintahan Provinsi DIY, serta relasi keindonesiaan global dan pluralisme. Ada pula tema tradisi budaya dan lingkungan hidup, peran Sultan HB X dalam Reformasi 1998, ekonomi kreatif DIY, serta perempuan dan keadilan gender.