Terdapat delapan tema yang dikupas dalam buku ini, yakni kepemimpinan Sultan HB X, suksesi dan keraton, keistimewaan Yogyakarta dan pemerintahan Provinsi DIY, serta relasi keindonesiaan global dan pluralisme. Ada pula tema tradisi budaya dan lingkungan hidup, peran Sultan HB X dalam Reformasi 1998, ekonomi kreatif DIY, serta perempuan dan keadilan gender.
Setelah pulang sekolah, Sekar dan teman-temannya bermain bersama di halaman rumah. Sekar dan teman-temannya senang sekali bermain disana. Hari ini Sekar akan bermain permainan engklek. Engklek adalah salah satu permainan tradisional di tanah Jawa. Sekar dan teman-temannya kemudian mencari gaco untuk bermain. Ketika sedang bermain, ada anak yang terjatuh. Aduh, bagaimana ya jalannya permainan se…
Hidup hemat harus diajarkan pada anak sejak dini. Ibu mengajari Wulan untuk hidup hemat. Jika hemat, hidup kita akan lebih baik. Jangan mentang-mentang punya uang, kita belanja berlebihan. Boros itu akan merugikan diri kita sendiri. Menjalani hidup hemat akan memberi keutamaan dalam hidup kita.
Eceng Gondok bosan hidup di sungai. Dia ingin melihat dunia yang luas. Eceng Gondok mencoba bertanya kepada Tawes. Siapa tahu Tawes bisa membantu. Dia mencari manusia yang katanya mengumpulkan tanaman eceng gondok seperti dirinya. Apakah usaha Eceng Gondok berhasil? Mengikuti aliran air sungai, perjalanan Eceng Gondok dimulai.
"Mustikaning Ibu" ini judul buku yang isinya menceritakan lomba mendalang yang diikuti oleh Bagas dan Bagus kebetulan mereka satu sekolahan, dan yang menjadi juara adalah Bagus dan Bagas tidak terima karena dia kalah, dia ngamuk merebut wayang yang dipegang Bagus. ternyata orang tua Bagas dan Bagus bersahat akhirnya mereka bertemu dan Bagas meminta maaf kepada bagus atas kejadian di sekolah da…
Wira dan Ibu sedang duduk santai di depan rumah menunggu Bapak pulang dari Malioboro. Bapak pulang membawa oleh-oleh bakpia. Bakpia tersebut hendak dibagikan Simbah, Bude, dan Bulik. Ibu meminta Wira, anaknya yang baru berusia empat tahun, latihan membagi bakpia. Apa iya, Wira yang baru berusia empat tahun bisa membagi bakpia tadi?
Pada pagi hari Bapak, Ibu dan Wulan Sarapan. Belum Selesai sarapan, tiba-tiba meja bergetar. Makin lama makin kencang, Wulan, Bapak, Ibu keluar. Tiba-tiba pintu roboh. semua menyelamatkan diri. Bapak keluar lewat belakang. Wulan mengikutinya, tetapi kemudian bersembunyi di kolong meja. Mengapa Wulan bersembunyi di kolong meja
Ada seorang anak bernama Dito. Badannya besar. Dito bertemu Monster Sampah. Mengapa Dito bertemu Monster Sampah? Bagaimana cara Dito menyingkirkan Monster Sampah?
No. 37 (tahun 2015) memuat katalog naskah manuskrip, No 38 (tahun 2016) memuat katalog koleksi berhuruf Jawa cetak, sedangkan no. 39 (tahun 2017) memuat katalog alih aksara karya sastra lama.
Tita ingin menjolok sawo. Tita minta tolong kepada bapaknya. Tita ingin berbagi. Ternyata biji buah sawo juga bisa digunakan untuk mainan. Disebut apakah mainan tersebut? Penasaran? Ayo, baca buku ini sampai selesai!