Bayu, Galang, dan Galih bermain layangan di lapangan, bertanding dengan layangan lainnya. Tak disangka, layangan itu putus dan melayang tertiup angin, lalu dikejar. Layangan itu tersangkut di ranting pohon lamtoro yang ada di pekarangan salah satu rumah. Yang menunggu rumah itu terkenal aneh dan menyeramkan. Namanya Mbah Jenggot. Ketiganya nekat masuk ke pekarangan rumah itu. Alangkah terkejut …
Bacaan dengan judul “Mengunjungi Tempat Keramat”, menceritakan Aksa, Udin mengikuti kerja bakti membersihkan beringin keramat. Rani justru takut tidak berani ikut bersih-bersih, karena tempat itu dianggap angker. Setelah mendapat keterangan dari Mbah Karsama, Rani menjadi berani. Justru ingin melihat tempat keramat lainnya yang berada dipinggir Telaga Ngomang. Penjelasan apa yang membuat be…
Madali sedih hatinya karena tidak punya teman bermain. Kakek mengajak Madali bermain permainan tradisional, yaitu betengan. Anak-anak laki-laki ingin ikut bermain betengan. Semua merasa senang bermain betengan. Mereka berpura-pura seperti berada pada zaman peperangan melawan Jepang. Kelompok Madali yakin bisa menang. Tetapi, lawan mereka juga garang. Kira-kira siapa yang menang?
Di penghujung liburan sekolah, Aan, Sinta, dan Malya pergi berlibur ke Pesisir Nguyahan, Gunungkidul. Aan langsung terpesona memandang pesisir tersebut. Pasirnya halus, airnya sangat jernih bagaikan kaca. Ketiga anak tersebut kemudian berjalan di sepanjang pesisir. Mereka berniat ingin mencari tempat yang teduh untuk membuat istana pasir. Akan tetapi ketika mereka melihat kepiting-kepiting keci…
Dodik anak yang pandai dan senang menolong. Ia melihat bapaknya yang sudah tuakesusahan merontokan padi hasil panennya. Dodik kemudian berpikir bagaimana caramembantu meringankan pekerjaan bapaknya.Ketika duduk di gubuk sawah bersama Anto, Dodik melihat burung yang sedang makanpadi. Burung itu menggunakan paruhnya untuk memisahkan isi padi dan kulitnya secaragampang dan cepat. Kemudian Dodik ti…
Sepatu untuk Jono, sebuah cerita untuk anak yang mengungkapkan perhatian dan rasa sayang guru terhadap salah satu muridnya yang sedang berkekurangan. Bu Sita merasa kasihan melihat Jono yang sedih karena sepatunya jebol. Bu Sita memberikan sepatu bekas Bagas, supaya bisa dipakai untuk sementara waktu. Bagaimana cerita selanjutnya, sepatunya cukup atau tidak, ya?
Anung terbiasa membawa wadah untuk tempat jajanan. Ketika sedang jajan di warung Bude Mar, dia bertemu Danaka. Teman sekolahnya itu menertawakan dan mengolok-olok. Kata Danaka, membawa wadah itu sudah kuno. Anung malu, lalu berkata pada ibunya jika lain kali tidak mau membawa wadah. Apakah Anung sungguh tidak mau membawa wadah lagi?
Kertas dan koran bekas hanya dianggap sebagai sampah. Dibuang sembaranganmenyebabkan lingkungan kotor. Namun, sesungguhnya sampah tersebut bisamenjadi karya seni yang berharga. Sekarang kertas dan koran bekas tersebutbisa digunakan untuk membuat topeng. Topeng beraneka rupa. Topeng tersebutbisa untuk pajangan, juga bisa diperjualbelikan. Itu yang dilakukan oleh Satriya.Ingin mencoba? Bacalah da…
Pohon Kepel di Kebun Raja terkenal sampai ke mancanegara. Banyak raja dari kerajaan lain ingin mengetahui dan melihat Pohon Kepel. Pohon Kepel menjadi ciri khas tanaman di Kerajaan Ayogya. Seperti apa wujud Pohon Kepel itu sehingga sang Prabu Kartawijaya dan Putri Sekar Wangi sangat menyayanginya? Ayo, kita baca cerita ini!
Wah! Aji diajak Mbah Karto membuat keris. Ternyata bagian-bagian keris itu ada banyak, lho. Apa saja bagian-bagian keris itu? Ayo, ikuti pengalaman Aji belajar tentang keris bersama Mbah Karto!